Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2015

trauma (18++) [jejak9]

Gambar
Trauma [18 ++ } M      endengar, melihat dan merasakan ekspresi seorang Istri dari sebuah penolakan hasrat seksual adalah sebuah malapetaka besar buat seorang Swami. Ketika dorongan  dan hasrat     seksual yang datang secara alamiah itu menjadi terhambat, dan diberhentikan mendadak,    dapatkah membayangkan apa yang dirasakan dan mendalami bagaimana perasaan yang dialami  swami saat kejadian itu? Kejadian tersebut dapat dilustrasikan,  seperti  ketika seseorang yang sedang berkendaraan, dan  sedang asik menikmati laju jalannya kendaraan, tiba-tiba harus berhenti mendadak, disebabkan oleh adanya tarikan kuat agar kendaraan tersebut berhenti. Besar kemungkinan pengemudi kendaraan tersebut menjadi oleng, tidak stabil tentunya. Itu dampak kecil yang ditimbulkan bila saja pengemudi kendaraan tersebut berusaha untuk melakukan stabilitas kendaraanya. Tetapi bila pengemudi kendaraan tersebut tidak bisa melaku...

# pohon kebaikan [jejak 8]

POHON KEBAIKAN B ila kita mengamati orang-orang disekeliling kita yang telah lanjut usia. Di Usia lanjut tersebut, seringkali pelakunya baik pria maupun wanita, mengalami kebimbingan dalam menapaki kehidupan. Citra stereotipe begitu melekat, mulai dari sebutan. Sudah tua, tak pantas bekerja kembali. Sudah tua apa yang mau dicari. Sudah tua lebih baik duduk manis bersama cucu dst. Bila sudah seperti ini. Kepala kita pun tiba-tiba jadi gatal dan digaruk tanpa sebab. Lalu apa hubungannya dengan kita yang masih muda, dan apa yang harus disikapi dari kejadian alamiah tersebut. Bukankah tua itu sebuah keniscayaan. Bila saja kita tak peduli dengan memberi sedikit waktu untuk mereka, maka tak ada yang perlu direpotkan, namun sebaliknya bila kita mau share untuk memberikan curahan pemikiran buat mereka para kaum tua, tentu akan lebih postif, bukankan kita juga pasti akan mengalaminya kelak, tentu akan sangat lebih positif lagi bila luangan waktu untuk memikiran ini dapat...

# ujian kenikmatan [jejak 7]

UJIAN KENIKMATAN K etika terbiasa hidup serba dalam kekurangan material, menjalani kehidupan itu sepertinya enteng-enteng saja. Sepertinya semua telah menjadi maklum adanya. Begitupun nuansa ruhiyah dalam mensikapi keimanan. Nampaknya berbanding lurus dengan ujian material ini, artinya sama dan tak berbeda apa yang dirasa dan dialaminya. Ruhiyah yang miskin seolah menjadi santapan kehidupan yang menjadi maklum adanya, nuansa permisif menjadi hal yang lumrah. Tapi benarkah hal itu semua, dan harus dipertahankan ketika Allah memberikan sedikit kelebihan sesudahnya akan kenikmatan kehidupan ruhiyah,  nuansa permisif masih harus dipertahankan. Disinilah benang merah sebuah perubahan yang harusnya lebih cermat untuk disikapi. Kebiasaan hidup dengan segala permisif bukanlah hal yang harus terus dipertahankan. Saatnya harus diubah maindset tersebut menjadi kehidupan yang lebih progresif dalam menjalani kehidupan ruhiyah, sebagai perimbangan akan nikmat Allah yang t...

KEHENDAK BEBAS

Gambar
Sore disebuah café mini unik  nan apik, dengan dekor tata ruangnya yang ciamik, ditambah lagi dengan dilengkapi alunan musik pop jawa. Café ini cepat mencuri kesan menyenangkan diriku. Café yang hanya menyajikan makanan khas bakso malang ini memang layak untuk diacungkan jempol, karena semenjak aku datang, duduk hingga pesan menu, pengunjung nampak  tiada henti  terus berdatangan silih berganti.  Asik menikmati alunan lagu pop  jawa yang tak mengerti artinya sambil menikmati semangkuk bakso malang, mataku liar menyorot setiap sudut cafe.  Duduk dedepan meja makanku sepasang kekasih, pria dewasa dan seorang wanita muda berparas remaja. “Mau seluas apa hubungan ini….”   Kupingku langsung saja menyambar celetukan  seorang pria tampan, kepada wanita didekatnya. “Gue mau seperti XL, luas jangkauannya dan jaringannya…ha ha ha ha ha….”   Jawab wanita itu dengan menampakkan behel giginya yang rapih, sambil mencubit genit tangan sang ...

AKU TEMANI HINGGA SEMBUH

Gambar
D isebuah kamar berukuran tiga kali dua meter persegi, berdinding setengah tembok, setengah triplek. Didalamnya ada sosok wanita tua yang tak berdaya, terbaring pasrah, sambil mulutnya terus melantunkan lafaz dzikir, sesekali ia  meratapi rasa sakit yang teramat sangat. Dia adalah Ibuku yang sedang terbaring sakit. Sudah satu tahun lebih kamar yang  pengap dan jauh dari hygine itu ia diami. Sirkulasi udara yang tak mengalir pun sering membawa aroma tak sedap diruang kamarnya, tercium menyengat saat udara membawanya melintas dihidung. Bau aroma tak sedap itu, bersumber dari koreng  dikakinya yang sudah membusuk, dan megerogoti terus kakiknya.. Ibuku hanya terbaring tak berdaya untuk keluar kamar sekali pun, karena koreng yang membusuk dan terjadi pembengkakan di kakinya, menyebabkan ia tak mampu berjalan. Untuk beribadah sehari-harinya, ia selalu melakukan tayamum. Sedang untuk keperluan MCK ia dengan sangat terpaksa menahan sakit yang tak terki...

THE POWER OF ILAHIYAH

Gambar
S udah menjadi hal yang biasa, dan mudah untuk memberi nasihat pada orang lain disaat kondisi diri sedang stabil, tak memiliki permasalahan. Sama halnya juga ketika menasihati diri sendiri dikala kondisi diri sedang mood, atau tak memilki beban apapun bahkan pada masalah yang terkecil sekali.  Namun akan berbeda bila kondisi sedang berada dalam sebuah masalah, mungkin lebih tepatnya sedang diuji oleh Allah. Tentu memberi nasihat apalagi menasihat diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik, bukanlah perkara mudah. Misalkan, ketika seseorang sedang mengalami kesulitan ekonomi tingkat stadium empat, artinya kritis sekali, dimana parameternya adalah, untuk makan hari ini saja tidak ada. Mungkinkan seseorang tersebut dapat stabil dan bijak mengambil sebuah sikap positif, bahkan mampu memberikan nasihat kepada orang lain. Menarik untuk diulas  melalui tulisan ini. Dalam pandangan umum,  terkadang memang seperti kehabis akal untuk memikirkannya, karen...

SEBUAH KATA BISA MERUBAH SEGALANYA

Gambar
dan Katakanlah: "Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan. dan aku berlindung (pula) kepada Engkau Ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku." QS. Al Mu’minun 97-98 S el  tubuh adalah cluster bagi sebuah system informasi alamiah yang telah Allah ciptakan untuk membangun sebuah jaringan system informasi kehidupan manusia. Tak terkecuali, berapa pun usia manusia tersebut. Artinya mulai dari usia kelahiran hingga menjelang ajalnya sekali pun. Selama masih ada ruh yang menghidupkan  sel-sel tubuh dalam bertahan hidup, maka sepanjang itu pula system informasi tubuh dibutuhkan bagi manusia untuk kehidupan yang lebih baik. Terlepas adanya sel yang berkembangbiak sebagai pertumbuhan sel baru, ataupun sebaliknya, terjadinya sel-sel yang mati, baik kematian sel karena faktor genetis ataupun faktor lingkungan. Semua memiliki fungsionalnya masing-masing. Dalam hal ini ada keterbatasan pengetahuan penulis dalam mencar...

BERJUMPA ROSULULLAH dalam MIMPI

” Barangsiapa yang melihatku disaat tidur maka seakan-akan dia melihatku pada saat terjaga dan setan tidaklah dapat menyerupaiku.”  (HR. Bukhori) ”Barangsiapa yang melihatku disaat tidur maka sungguh dia telah melihatku. Sesungguhnya setan tidak bisa menyerupaiku.”  (HR, Tirimidzi) M alam itu, adalah hari Jum’at malam Sabtu tanggal 19 September 2015 atau tepatnya tanggal 5 Dzulhijjah 1436 H. Sebuah hari yang paling bersejarah sepanjang usiaku. Pada malam itu Aku bermimpi berjumpa melihat Rosullullah. Meski Aku tak mengerti takwil mimpi, namun mimpi itu sangat kuat dan membekas hingga Aku terjaga. Dengan penuh keyakinan, Aku menuliskan dilembaran ini bahwa, dalam mimpi itu adalah benar-benar sosok Rosulullah, dengan penuh keyakinan pula Aku berkeyakinan bahwa setan tak bisa menyerupai beliau, baik dalam bentuk fisik maupun suara.  Tak ada firasat, dan tanda-tanda apapun saat kejadian menjelang tidur. Namun bila diteliti secara ...

MENJADI bukan MENCARI

"Zaman sekarang sulit mencari orang baik, jujur, dan amanah. Ada baiknya tak perlu mencari, bila bisa menjadi.” K etika permasalah hidup tumpah ruah dan membuat kekusutan dalam alam fikiran, seolah semua menjadi semerawut, kacau, dan tak beraturan. Maka fikiran saat itu mengatakan, sulit rasanya mengurai dari mana harus diurai, apalagi mengambil sebuah kesimpulan yang benar. Kesulitan itu semangkin menjadi-jadi manakala emosi turut serta didalamnya. Terkadang tindakan irasional bisa saja terjadi, dan boleh jadi luapan emosi yang dibarengi dengan tuntutan yang disalah sasari pada objek yang ironinya pula berujung dengan menimbulkan  permasalah baru. Sungguh dunia saat itu menjadi sangat kusut bila sudah terjadi seperti itu. Mungkin sudah hukum alam, bahwa waktu bisa mengurai kekusutan tersebut. Sekalipun tak pernah melakukan aksi untuk mengurainya. Nampaknya seperti sebuah keajaiban dari Allah saja, atau Allah telah turun tangan mengurai kekusutan ...